Sejarah dan perkembangan produksi Kaca Tempered

Kaca tempered atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Tempered Glass, sebenarnya sudah lama dikenal oleh masyarakat. Usut punya usut, jenis kaca ini memiliki tingkat kekuatan 4 kali lebih unggul jika dibandingkan dengan kaca biasa. Kaca tempered juga diakui tidak terlalu berbahaya terhadap kulit manusia, sebab hasil pecahannya tidak bergerigi, tentu saja berbeda dengan kaca biasa. 

Bukti-bukti sejarah menerangkan bahwa bentuk kaca tempered pertama kali sudah ada semenjak abad ke 17. Satu dari sekian penemuan mengungkapkan bahwa penemu kaca tempered ialah Frances de la Bastie, beliau merupakan seorang ahli kimia asal Perancis yang suka melakukan eksperimen dengan kaca. Walau begitu, pemegang hak paten dari orang pertama yang menciptakan kaca tempered justru berasal dari seorang kimiawan Austria, yaitu Rudolf Seiden. Kala itu, penerapan kaca tempered belum terlalu terbukti kekuatannya. 

Baca juga: Tips Membersihkan Kaca Tempered yang Benar

Namun seiring berjalannya waktu, kekuatan dari kaca tempered terus membaik dan telah diakui oleh banyak orang. Hal tersebut bisa anda lihat dari banyaknya penggunaan kaca tempered sebagai komponen yang seringkali berhubungan dengan suhu panas seperti oven, microwave dan lain sebagainya. 

Kegunaan yang paling menonjol pada penyerapan kaca tempered tak lain digunakan sebagai meningkatkan keamanan, menurunkan resiko cedera akibat karakteristiknya yang membelah menjadi potongan kecil namun tidak tajam. Disamping itu, proses pemanasan dan penerapan bahan kimianya yang baik seakan dapat meningkatkan kekuatan kaca tempered

Dalam produksinya, kaca tempered memulai proses pemanasan dengan oven tempering secara kontinyu. Oven dapat meninggikan suhunya hingga 600 derajat Celcius. Setelah selesai, maka dilanjutkan dengan proses pendinginan bertekanan tinggi namun untuk beberapa detik saja. Sehingga permukaan luar kaca mendingin lebih cepat daripada pusatnya. 

Hingga akhirnya, permukaan luar masuk pada kompresi yang menghadirkan kekuatan pada kaca tempered. Apabila mengalami ketegangan, maka kaca akan pecah 5 kali lebih mudah jika dibandingkan yang terjadi dengan kompresi. Dalam memperkuat kaca tempered, maka dibutuhkan campuran kimia yang mana ion pada permukaan kaca bertukar dan menciptakan kompresi. Akan tetapi, metode ini membutuhkan banyak biaya jika dibandingkan dengan oven. Sehingga wajar sekali untuk diterapkan.